Saturday, April 15, 2017

Toddler tantrums (1)

Tahan-tahan buat ga posting ini, tapi sudah gak tahan. Saya bukan golongan ibu yang senang sekali dengan anak2. Saya termasuk di golongan ibu2 yang beranggapan "one toddler is too much"

Mungkin buat sebagian yang baca, bakal nge judge kurang bersyukur lah, kurang iman lah. Ya.. Ya.. Saya sayang anak saya sendiri, tapi buat menghadapi lika liku merawat anak, gak bisa setiap waktu saya tersenyum manis.

Hari ini puncak kesabaran saya tersedot habis. Niat hati mau ajak adik dan mama jalan2, yang ada dalam waktu 2 jam, anak saya tantrum. Bukan 1, bukan 2, tapi 4 kali tantrum, yang tiap sesinya memakan waktu lebih dari 20 menit.

Kenapa tantrum? Simply karena dilarang merusak barang di mall. Tanpa teriakan perintah, cuma sekedar menyarankan atau mengalihkan perhatian. Reaksi sang anak? Lebaaay, digendong pun meronta2 sambil tendang perut. Bayangkan gendong anak 16kg yang tenaganya kenceng, dan ga berhenti menangis. Ga mau disuruh berdiri, ga mau diminta menenangkan diri. Cuma ngamuk.

Yang terpikir oleh saya cuma mau cepet pulang aja. Sampai rumah pun rasanya lemes, sakit kepala, berasa jiwa habis disedot dementor. Anaknya? Anteng main.

Ini nih salah satu alasan kenapa saya maleees banget bawa anak bepergian. Apalagi seringnya pergi berdua aja. Bahkan untuk ke pasar pun mikir berkali2.

Rasanya pengen ikut tantrum juga, tapi kata orang2 baik di luar sana, itu ga bagus.

Pertama kali ngerasain tantrum anak? Oh nooo.. Dari sekian sering saya bepergian, mungkin cuma 10% aja yang sukses tanpa tantrum.

Kayaknya doa biar dikasi sabar harus makin kenceng yaaa






No comments :

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...