Thursday, December 24, 2015

Drama ASI

Saya baru sadar, beberapa kali buat blogpost tentang drama mpasi, tapi belum pernah bahas drama ASI.

Baby Acho, si bayi ASI


Semenjak hamil saya bertekad untuk memberi asi ekslusif. Sayangnya, tekad tidak dibarengi dengan usaha belajar. Yang saya lakukan selama hamil cuma mengamati perkembangan janin, kerja dan jalan-jalan.Awalnya saya pikir kalau menyusui itu gampang, tinggal berikan saja, beres. Ternyata salah besar.

Dengan ilmu nol mengenai menyusui, saya melahirkan Acho. Pertama kali melihat wajahnya, rasanya mau dipeluk terus. Tapi kok dia dibawa pergi bersama suami saya? Kok? Bukannya harusnya IMD? Tidak lama suami saya kembali, katanya ketuban saya hijau, ada cairan yang masuk ke saluran pernapasannya jadi harus segera diobservasi. Duh, patah hati rasanya gagal IMD. Acho baru seruangan dengan saya beberapa jam kemudian. Berhubung saya belum ngeh, dan Acho tidur terus, baru saya mulai susui 10jam kemudian, itupun setelah saya tanya suster di rumah sakit. Dua hari pertama, saya merasa baik-baik saja. Acho di rumah sakit lebih sering tidur dan jarang menangis. Keresahan mulai muncul ketika saya pulang ke rumah dan Acho tidak berhenti menangis. ASI seret, saya kaget dan stress dengan situasi baru ini, belum masih harus mengurusi pekerjaan rumah sendiri disaat luka melahirkan masih terasa sakit. Semua masalah berkumpul jadi satu, dan saya mulai menyerah, berpikir untuk memberi susu formula.

Tapi pemberian susu formula saya tahan sampai kontrol dokter, dan barulah diketahui kalau anak saya rewel karena sakit. Hari itu juga mendadak ASI mengalir deras. Oh, saya ingat, memang perawat di rumah sakit pernah bilang kalau asi akan keluar paling lambat 3-4hari setelah melahirkan. Ternyata beliau benar. Rasanya kena tamparan keras sekali, betapa saya tidak pernah mempersiapkan ini, bahkan cenderung tidak peduli masalah ASI. Hari itu saya menangis di rumah sakit. Lupa namanya malu dilihat orang-orang.

Sejak pulang dari rumah sakit saya akhirnya belajar seluk beluk ASI dan menyusui. Baru saya sadar kalau menyusui itu tidak sekedar "cuma menyusui". Masih banyak yang harus saya pelajari sampai sekarang. Mulailah saya belajar cara dan posisi menyusui yang benar ,  pijat oksitoksin, makan makanan yang kabarnya bisa memperlancar ASI. Belakangan baru saya tahu bahwa mood ibu sangat mempengaruhi produksi ASI. Ketika stress atau panik, ASI pasti mampet. Begitu makan makanan favorit atau saat bahagia, ASI jadi mengalir deras. Acho yang sempat kuning pun terus menerus saya susui dan jemur di pagi hari agar kadar billirubinnya segera normal. Alhamdulillah, di hari ke tujuh,  sudah normal dan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Acho pun bisa menyusu dengan kuat dan terus menerus.

Pemberian asi tidak pernah saya jadwalkan, begitu Acho minta,  ya saya beri. Mulai dari tiap 15-30menit sekali, sampai di usianya saat ini 13 bulan cukup 6-10x sehari. Saya yakin, kalau ASI adalah nutrisi terbaik yang bisa saya berikan. Tidak lupa, saya juga konsumsi makanan bergizi baik agar nutrisi ibu dan anak baik juga.
Selama ini Acho tidak pernah mogok ASI. Yang menjadi masalah adalah dia cuma mau menyusu si satu sisi saja ,  karena ada perbedaan bentuk payudara dan volume ASI yang lebih sedikit. Sampai saat ini saya harus bolak balik tawarkan terus kedua sisi, kadang mau , kadang tidak.

Apa ASI saya selalu berlimpah? Tentu tidak. Malah jadi kejar tayang. Mau coba stok ASIP pun seringnya gagal. Tapi saya terus berpikir ASI saya cukup. Tidak perlu berlebih, yang penting cukup. Selama ASI masih mengalir, saya akan tetap memberikannya pada anak sampai memang sudah waktunya menyapih. Kegiatan menyusui itu adalah waktunya saya bonding dengan anak, mesra-mesraan dengan anak. Kadang sambil bercerita, menyanyi, dan bermain.

Karena saya berniat full ASI dan tidak memerah ASI,  jadi ke manapun saya pergi pasti Acho dibawa. Ribet ngasih ASI di tempat umum? Ah eggak juga. Yang penting Usahakan tempat yang dituju punya tempat khusus untuk ibu dan bayi. Kalau tidak ada, saya pasti pakai baju ibu menyusui. Jadi akses menyusui gampang ,  anak enggak ngamuk karena kelamaan persiapan menyusui. Oiya, karena baju  ibu menyusui itu didesain khusus, menyusui jadi tidak kentara. Kalau masih kurang pede menyusui di tempat umum, bisa ditutupi dengan selimut atau nursing cover. Jadi tidak ada alasan sulit menyusui saat bepergian.

Sebagai craftymama, perlengkapan bepergian pun akhirnya saya buat sendiri, dikerjakan disela-sela anak tidur. Ya, ibu menyusui ini ingin tetap tampil gaya. Mulailah saya membuat nursing cover sendiri, serta diaper pouch.



Menyusui ketika bepergian itu seru lho. Sering saya berada di nursing room dengan ibu ibu lainnya, dan berakhir dengan sharing masalah anak dan ASI. Pernah juga asyik ngobrol dengan ibu di nursing room yang ternyata adalah istri teman saya. Saling menyemangati pastinya, untuk terus berikan ASI.

Namanya perempuan, naluri koleksi bajunya kuat. Ya masak pergi jalan- jalan tapi bajunya itu melulu. Punya beberapa baju ibu menyusui rasanya masih kurang. Masih ada incaran baju ini nih
Baju Fiora dari hijUp.com

Browsing sana sini, ternyata hijUp.com punya koleksi baju ibu hamil dan menyusui lho. Langsung saya jatuh hati sama model Fiora ini. Hati ibu yang senang kan bisa perlancar ASI, jadi sesekali boleh ya memanjakan diri sendiri dengan belanja baju. *kode

Setelah Acho mulai mpasi, saya jadi bisa sesekali menitipkan acho ketika bepergian
. Durasinya pun tidak bisa lama, mengingat Acho gampang lapar. Apalagi saat menjelang tidur, ASI itu wajib buat dia, saya tidak ada di waktu malam, pasti langsung mengamuk dan tidak mau tidur.

Apa drama ASI berhenti begitu saja? Oh tentu tidak.  Mood ibu harus diatur juga. Bayi tumbuh gigi jadi drama karena gigitan, bayi sibuk berpose jungkir balik sambil sedot ASI?sering terjadi. Tapi di situlah tantangan sekaligus kenikmatan sebagai seorang ibu. Pastinya saya akan terus usahakan yang terbaik untuk anak saya. Setuju?


Monday, December 21, 2015

Craving for food

Alias pengen, tapi gak ngidam. Kenapa ya? (((ya rakus aja kaliiii)))
Tapi untungnya alhamdulillah ya masi dikasih rejeki buat menuhin kepengen. Apa aja? Buanyaaak. Ini diantaranya :

Yoshinoya
Ini gara2 suami yang cerita ada makan2 di kantor dengan konsumsi yang melimpah. Ceritanya pas saya lagi pengen makan enak. Jadilah kepengen >.< akhirnya pulang bazaar disempetin mampir dulu ke mall yang parkirannya bikin pengen istigfar mulu saking penuhnya. Cuman buat makan ini, sama jalan2, sama cuci mata #eh
Gimana bisa nolak liat daging yang beginiiii



Indomie
Inimah cingcay lah ya tinggal bikin. Etapi kok belum puas, akhirnya pergi beli di tempat lain, dengan variasi jadi burger. Enough.eneg. Jadi ga kepengen lagi, udahan kebanyakan makan mie nya



Batagor
Aaaak..ini nih yang belom kesampean banget. Pengen batagor yang bumbu kacangnya nampol,  yang ikannya kerasa. Tapi adanya babang2 batagor yang biasa, jadi sementara cukup beli yang ada aja


Gak heran ini berat badan naik lagi.huahaha

Monday, December 14, 2015

Bazaar di ultah pertama kompakers bandung

Yiiihaaa..setelah sekian lama gak pernah ikut bazaar, akhirnya saya bisa ikut berpartisipasi lagi.

Kali ini agak rempong karena saya buka stand tapi sekaligus peserta acara ultahnya.untung sharing stand sama mba santhy raisy tasthy,, jadi bisa lah ya kabur2an bentar dari stand..

Langsung liat dokumentasi nya aja yaaa

Hello from me :)

Nom nom

Dessert table nya cantiiik banget

Seperti biasa, sambil jaga sambil bawa kerjaan

Cupcake stand cantiiiik yang dibawa raisy tasthy

Cupcake pincushion

Tuesday, December 8, 2015

baby acho first birthday

Sampai lah saya di titik ini. 1 tahun baby acho lahir ke dunia, 1 tahun pula pengalaman saya jadi seorang ibu.

Setelah diskusi dengan keluarga. Saya putuskan buat ngadain syukuran kecil2an. Gak ngundang banyak orang, cuman beberapa teman dekat. Sisa nya untuk tetangga, dibagikan bingkisan.

Naluri nge craft saya muncul buat syukuran Kali ini. So, kali ini ibu Linda berperan jadi tukang dekor, tukang masak, kurir, tukang jahit, dan tukang atur :)))

Pertama, untuk tema, sebenernya Pengen themeless aja. Tapi jadi terlalu lebar cakupannya. Dipersempit jadi tema merah biru. Dan akhirnya ditambah sedikit sentuhan superhero. Buat goodiebag nya, niat awal mau semua bikin sendiri. No ciki2an atau msg. Berhasil lah saya buat buat muffin, puding, pizza mini dan coin pouch superhero. Minumnya susu kotak.Tapi sayang, ibu saya protes, katanya harus ciki2an #halah. Yasudah akhirnya ke pasar beli,,,momogi! :)))


Buat kue nya sendiri, dari siang. Tapi baby acho tiba2 siang itu demam dan rewel terus, alhasil dekor kue sambil ganti2an gendong tengah malem. Hiasnya pun seadanya. Templok2 aja yang penting némpél. Nasib. Saya buat 2 kue. 1 smash cake, sebagai cake pertama baby acho, yang dia bisa acak2. Satu lagi blackforest cake buat tamu.



Buat konsumsi, ada cake,muffin, chocolate balls, snacks, sirup jeruk (alias orson).plus oleh2 dari tante Mira:potato salad (thanks mir!) makanan beratnya mama yang masak. Jagoan, sehari beres :D



Eh iya. Buat acara ini saya khusus Pengen bikin photobooth. Biar sederhana, yang penting dokumentasi ada yaaa.. Print printable photo props, dekor dinding dan lantai. Last minutes ,  beli balon gas yang untungnya belom lama buka di dekat rumah. We're ready for parttyy


Selama acara baby acho emang diem, karena masih demam, tapi gak gitu rewel juga. Demamnya berlanjut sampai 4 hari, setelah itu muncul bintik merah di sekujur badan. Uh oh..nampaknya roseola.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...